Edisi khusus Kontan April 2016
Sikumis adalah market place pertama di
indonesia, bahkan dunia, yang mengajak petani, peternak, nelayan, dan
UKM di sektor agribisnis, termasuk para pedagang kebutuhan bahan pokok
pangan di pasar tradisional. “Sikumis ada untuk memutus rantai
distribusi pangan yang panjang agar tercipta harga yang pas dan pantas,”
sebut Tiya. Demi kelancaran transaksi, sikumis
bekerjasama dengan beberapa provider logistik. Adapun, untuk sistem
pembayaran, Sikumis menyediakan rekening bersama, dimana mereka menjadi
penengah untuk siap transaksi. Soal harga komoditas, Sikumis
menyerahkannya kepada pelaku usaha. Didirikan oleh Edward S.S. dan Chintya
Fransisca pada 2009, Sikumis semula bergerak dengan mengandalkan
beberapa domain dengan kata kunci (keyword) pertanian. Baru pada 2014, Sikumis mengumpulkan produsen dan pembeli dari beragam produk pertanian dan lainnya dalam format market place. “Pada dasarnya, kami membantu memasarkan komoditas dari para petani, Peternak, Nelayan, dan UKM agri secara online,” Ungkap Tiya. Mereka mendapat kios online secara gratis di sikumis, sehingga dapat mengunggah komoditas dan mencantumkan harga sesuai keinginan. Ada tujuh komoditas utama di market place Sikumis,
yakni pertanian, Peternakan, Perkebunan, Kehutanan, Perikanan dan
kelautan, Lingkungan hidup dan taman, Buku agri, Makanan dan minuman
olahan. “Untuk nilai transaksi sudah mencapai ratusan juta setiap
bulan,” Ungkap Tiya.
Menurut Tiya, Ratusan petani dan nelayan sudah bergabung di Sikumis dengan ribuan stock keeping unit
(SKU). Tiga tahun ke depan, Sikumis menargetkan 500.000 petani,
Peternak, Nelayan, dan UKM agri bergabung. “Layanan Sikumis mencakup
seluruh Indonesia dan tahun depan ke seluruh anggota ASEAN,” imbuh dia. Disikumis juga tersedia beragam fitur,
mulai kebutuhan pasar hotel, restoran dan katering (horeka) hingga
kebutuhan untuk ekspor dan impor. Juga, akan ada fitur lelang komoditas,
dimana petani atau nelayan dapat melelang komoditasnya secara langsung
dan real time. Jika data petani dan nelayan sudah
merata dan banyak, Sikumis akan menampilkan data agregat harga disetiap
daerah. Fitur ini menjadi informasi bagi konsumen yang akan berbelanja
komoditas. Dalam waktu dekat, Tiya menyebutkan,
Sikumis akan meluncurkan sebuah applikasi yang bisa digunakan oleh
petani, Nelayan, Pedagang pasar, Dan konsumen untuk pembelian eceran
serta antar langsung, Sesuai dengan jarak dekat tempat tinggal pembeli. (sumber wawancara kontan) Lihat juga pada Edisi Khusus Kontan bulan April 2016 pada halaman 26-27 ‘Memendekkan Distribusi,Memanjangkan Rezeki ‘


Tidak ada komentar:
Posting Komentar