Kamis, 13 Oktober 2016

Sikumis.com – Memendekkan Distribusi, Memanjangkan Rezeki

Edisi khusus Kontan April 2016
Sikumis adalah market place pertama di indonesia, bahkan dunia, yang mengajak petani, peternak, nelayan, dan UKM di sektor agribisnis, termasuk para pedagang kebutuhan bahan pokok pangan di pasar tradisional. “Sikumis ada untuk memutus rantai distribusi pangan yang panjang agar tercipta harga yang pas dan pantas,” sebut Tiya. Demi kelancaran transaksi, sikumis bekerjasama dengan beberapa provider logistik. Adapun, untuk sistem pembayaran, Sikumis menyediakan rekening bersama, dimana mereka menjadi penengah untuk siap transaksi. Soal harga komoditas, Sikumis menyerahkannya kepada pelaku usaha. Didirikan oleh Edward S.S. dan Chintya Fransisca pada 2009, Sikumis semula bergerak dengan mengandalkan beberapa domain dengan kata kunci (keyword) pertanian. Baru pada 2014, Sikumis mengumpulkan produsen dan pembeli dari beragam produk pertanian dan lainnya dalam format market place. “Pada dasarnya, kami membantu memasarkan komoditas dari para petani, Peternak, Nelayan, dan UKM agri secara online,” Ungkap Tiya. Mereka mendapat kios online secara gratis di sikumis, sehingga dapat mengunggah komoditas dan mencantumkan harga sesuai keinginan. Ada tujuh komoditas utama di market place Sikumis, yakni pertanian, Peternakan, Perkebunan, Kehutanan, Perikanan dan kelautan, Lingkungan hidup dan taman, Buku agri, Makanan dan minuman olahan. “Untuk nilai transaksi sudah mencapai ratusan juta setiap bulan,” Ungkap Tiya.

Menurut Tiya, Ratusan petani dan nelayan sudah bergabung di Sikumis dengan ribuan stock keeping unit (SKU). Tiga tahun ke depan, Sikumis menargetkan 500.000 petani, Peternak, Nelayan, dan UKM agri bergabung. “Layanan Sikumis mencakup seluruh Indonesia dan tahun depan ke seluruh anggota ASEAN,” imbuh dia. Disikumis juga tersedia beragam fitur, mulai kebutuhan pasar hotel, restoran dan katering (horeka) hingga kebutuhan untuk ekspor dan impor. Juga, akan ada fitur lelang komoditas, dimana petani atau nelayan dapat melelang komoditasnya secara langsung dan real time. Jika data petani dan nelayan sudah merata dan banyak, Sikumis akan menampilkan data agregat harga disetiap daerah. Fitur ini menjadi informasi bagi konsumen yang akan berbelanja komoditas. Dalam waktu dekat, Tiya menyebutkan, Sikumis akan meluncurkan sebuah applikasi yang bisa digunakan oleh petani, Nelayan, Pedagang pasar, Dan konsumen untuk pembelian eceran serta antar langsung, Sesuai dengan jarak dekat tempat tinggal pembeli. (sumber wawancara kontan) Lihat juga pada Edisi Khusus Kontan bulan April 2016 pada halaman 26-27 ‘Memendekkan Distribusi,Memanjangkan Rezeki ‘

Tidak ada komentar:

Posting Komentar