Selasa, 11 Oktober 2016

Memotong Rantai Distribusi Pangan

SETELAH 6 tahun menjadi platform ecommerceproduk industrial termasuk alat pertanian, peternakan dan perikanan (B2B), Sikumis.com melakukan langkah pivot untuk merubah bisnis. Kini mereka fokus menjadi marketplace untuk pertanian, peternakan, perikanan serta UKM agri yang melibatkan pedagang pasar tradisional untuk bersama memasarkan komoditas secara online. CTO Sikumis.com Abduloh Habibie mengungkap bahwa rantai pasokan di hampir semua komoditas melalui 4 tingkatan-6 tingkatan dengan varian keuntungan setiap tingkat yang sangat tinggi. Sayangnya, keuntungan tersebut tidak dapat dinikmati para petani, peternak dan nelayan. “Margin mereka kurang dari 12%. Akibatnya, masyarakat mendapatkan harga yang selangit ,tidak transparan dan tidak stabil,” ungkapnya. Selain itu, rumah tangga usaha pertanian Indonesia yang berjumlah 26,14 juta (sensus BPS 2013) dengan total orang 90 jutaan yang bergantung hidupnya di sana merupakan komunitas yang patut untuk diperjuangkan untuk mengenal kemajuan dunia digital. Sayangnya hanya 2% yang mengenal kemajuan ini. “Kami berupaya memotong rantai distribusi pangan,” ungkap Abduloh. Saat ini, ada 7 komoditas dengan ratusan katagori dan sub katagori yang akan ditemui di Sikumis.com. Misalnya saja Kios online bagi para petani, tempat atau toko untuk memajang komoditasnya, lelang komoditas online dimana petani melelangkan komoditasnya, barometer harga atau kumulasi harga komoditas disetiap daerah, juga Aplikasi Mobile yang akan menghubungkan para penjual langsung baik petani, peternak, nelayan atau pedagang secara retail dengan konsumen dalam radius terdekat.
(danang arradian)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar