SETELAH 6 tahun menjadi platform
ecommerceproduk industrial termasuk alat pertanian, peternakan dan
perikanan (B2B), Sikumis.com melakukan langkah pivot untuk merubah
bisnis. Kini mereka fokus menjadi marketplace untuk pertanian, peternakan,
perikanan serta UKM agri yang melibatkan pedagang pasar tradisional
untuk bersama memasarkan komoditas secara online. CTO Sikumis.com
Abduloh Habibie mengungkap bahwa rantai pasokan di hampir semua
komoditas melalui 4 tingkatan-6 tingkatan dengan varian keuntungan
setiap tingkat yang sangat tinggi. Sayangnya, keuntungan tersebut tidak
dapat dinikmati para petani, peternak dan nelayan. “Margin mereka kurang dari 12%. Akibatnya, masyarakat mendapatkan
harga yang selangit ,tidak transparan dan tidak stabil,” ungkapnya.
Selain itu, rumah tangga usaha pertanian Indonesia yang berjumlah 26,14
juta (sensus BPS 2013) dengan total orang 90 jutaan yang bergantung
hidupnya di sana merupakan komunitas yang patut untuk diperjuangkan
untuk mengenal kemajuan dunia digital. Sayangnya hanya 2% yang mengenal
kemajuan ini. “Kami berupaya memotong rantai distribusi pangan,” ungkap Abduloh.
Saat ini, ada 7 komoditas dengan ratusan katagori dan sub katagori yang
akan ditemui di Sikumis.com. Misalnya saja Kios online bagi para petani, tempat atau toko untuk
memajang komoditasnya, lelang komoditas online dimana petani melelangkan
komoditasnya, barometer harga atau kumulasi harga komoditas disetiap
daerah, juga Aplikasi Mobile yang akan menghubungkan para penjual
langsung baik petani, peternak, nelayan atau pedagang secara retail
dengan konsumen dalam radius terdekat.
(danang arradian)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar