Teknopedia.Asia – Arah bisnis yang kadang berubah sangat umum terjadi di dunia startup, begitu juga yang dialami oleh sikumis.com. Jika dulunya sikumis.com adalah E-Commerce produk industrial termasuk alat pertanian , peternakan maupun perikanan (B2B) kini akhirnya mereka memutuskan untuk merubah platformnya menjadi Business-to-Consumer (B2C) dan lebih fokus menjadi marketplace
pertanian, peternakan, perikanan dan UKM yang melibatkan pedagang pasar
tradisional untuk bersama memasarkan komoditasnya secara online.
“Memutuskan untuk lebih fokus adalah pilihan yang terbaik untuk berlari lebih jauh, mengubah arah dengan tetap berpijak pada salah satu kaki / pivot adalah langkah yang kami ambil”.
Adapun cara yang ditempuh adalah
dengan menggalakan #gerakanpetanimodern dengan 8 butir strategi, tekat
itu digalakan untuk memotong rantai distribusi pangan yang selama ini
menjadi persoalan nasional mulai dari petani, peternak, nelayan hingga
pemerintah dan masyarakat Indonesia. Hasil riset sikumis.com
menunjukan bahwa rantai pasokan dihampir semua komoditas sangat tinggi
namun keuntungan ini tidak dinikmati para petani, peternak dan nelayan
(margin < 12 %), akibatnya masyarakat mendapatkan harga yang
selangit, tidak transparan dan tidak stabil. Selain itu rumah tangga
usaha pertanian Indonesia yg berjumlah 26.14 juta (sensus BPS 2013)
dengan total orang 90 jutaan yang bergantung hidupnya di sana merupakan
komunitas yang patut untuk diperjuangkan untuk mengenal kemajuan dunia
digital, namun sayangnya hanya 2% sementara yang mengenal kemajuan ini.
Tantangan inilah yang menguatkan sikumis.com untuk memberdayakan mereka, mengedukasi dan mengajarkan pemasaran modern kepada mereka adalah sukacita tersendiri bagi kami. Untuk mewujudkan langkah memotong rantai distribusi pangan ini nantinya sikumis akan menghadirkan kios online bagi para petani untuk memajang komoditasnya, melakukan lelang komoditas online,
menerapkan barometer harga sebagai akumulasi harga komoditas disetiap
daerah serta mengembang Aplikasi Mobile yang berfungsi menjadi
penghubung antara para penjual langsung baik petani , peternak , nelayan
atau pedagang secara retail dengan konsumen dengan radius terdekat. Diharapkan dengan #gerakanpetanimodern
akan berdampak dengan meningkatnya kesejahteraan petani dan nelayan
Indonesia yang akhirnya berujung menarik generasi muda untuk mau terjun
ke dunia pertanian, peternakan, perikanan bahkan pengusaha di dunia agri
serta terwujudnya swasembada di seluruh komoditas Indonesia sekaligus
memenangkan persaingan di MEA.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar