Berawal dari acara Kopdar Fruitpreneur (Wirusahawan buah lokal ) yang
digagas oleh para pegiat Asosisasi Petani Pengolah Hortikultura Jatim
(Asppehorti Jatim) berkolaborasi dengan sikumis.com (marketplace
pertanian indonesia) yang didakan di Hotel Santika Malang (23/5) sore
itu benar-benar telah menjadi moment penting dalam menyuarakan isue
regenerasi petani. Hadir pula diacara tersebut pakar buah-buahan dari
Belanda (Prof. Jos Jansen) sebagi tamu dari salah satu petani horti
jatim , dokter herbalis (Dr. Abdul Gani) dan beberapa pemuda dan pegiat
agro mewakili komunitasnya antaralain Pemuda Tani Indonesia,
PISPI (Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia) dan ISMPI (Ikatan Senat
Mahasiswa Pertanian Indonesia), GreenLife Indonesia, Fruitpreneur
Network, LPP NU Jatim dan juga Dr. Siswoyo dari Pusdik BPSDMP Kementan
karena kebetulan acara kopdar bersamaan dengan workshop penumbuhan
wirausahawan muda pertanian yang diadakan Kementan.
Saat diskusi dimulai, masing-masing peserta saling memerkenalkan diri sekaligus saling mengumpan informasi dan memberi feed back
terkait pengalaman dan aktivitas yang dilakukan di bidang pertanian.
Suasana menjadi hangat kala diantara peserta mulai memaparkan ragam
problematika dan juga peluang bisnis pertanian. Namun disamping itu
anggota forum tampak terlihat lebih bersemangat karena yang hadir
rata-rata pemuda yang memiliki profil sebagai pelaku bisnis dibidang
pertanian. “Saya terkesan dengan pertemuan ini karena ternyata bisnis
pertanian hari ini terbukti masih diminati oleh pemuda..” kata Edward SS
founder sikumis.com. Selain sebagai founder sikumis.com beliau juga
penggagas gerakan pertanian modern yang pada akhirnya ide ini dirasa
memiliki platform yang sama dengan platform yang diusung oleh peserta
yang hadir, hingga pada akhirnya Aman Sugandhi (Ketua Asppehorti) yang
juga hadir pada waktu itu menyambut baik ide gerakan ini agar bisa di
dorong bersama-sama sehingga dampak positifnya semakin luas.
Demikian juga hal yang sama disampaikan oleh Dr. Siswoyo dari Pusat
Pendidikan-Kementan, beliau mengganggap hal ini penting, bahwa para
calon sarjana pertanian harusnya mengetahui sejak dini bahwa bisnis
pertanian sangat prospek ke depan sehingga kita perlu bersinergi baik
dengan stakeholder pertanian melakukan sosialisasi ini khususnya di
kampus-kampus pertanian. Sejumlah 30 orang peserta yang hadir dalam
acara ini akhirnya bersepakat untuk mendeklarasikan Gerakan Petani
Modern pasca acara kopdar secara bersama-sama berkomitmen mendorong ide
baik ini untuk menjadi solusi atas persoalan regenerasi pertanian yang
sedang berada pada titik kritis di negeri ini. “Harapan kedepan dari
acara kopdar semacam ini bisa menjadi pemantik semangat bagi pemuda,
mahasiswa dan masyarakat pertanian agar mau terlibat memajukan dunia
pertanian dan semakin menyadari bahwa pertanian adalah garda terakhir
pertahanan bangsa” pungkas Abdus Salim selaku inisiator acara sekaligus
Sekjend Asppehorti Jatim. **

Tidak ada komentar:
Posting Komentar