Sikumis 1 Juni 2016, kembali mendatangi acara di Brebes yang
dihadiri oleh team Sikumis.com Ibu Tiya selaku Sr. Network Development
dan Bapak Edward selaku Founder Sikumis.com. Acara yang dihadiri kali
ini membahas fokus sosialisasi pemanfaatan aplikasi TIK dalam
meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Deputi bidang
koordinasi percepatan infrastruktur dan pengembangan wilayah, Asisten
Deputi telematika dan utilitas.
Bapak Edi Syatria, Kemenko menuturkan “ada beberapa Visi dan tujuan PSAER (Percepatan Sinergi Aksi Ekonomi Rakyat) yaitu diantaranya :
Bapak Budiharso, Dinas Pertanian menyampaikan “ 70 % penduduk Brebes bekerja di sektor pertanian dengan mayoritas buruh tani. Lumbung Pangan Jateng dan Nasional menjadi sangat unggul dan sebagai sentra BM (Bawang Merah) Nasional.
Permasalahan yang menjadi acauan utama di daerah Jateng dan Nasional :
Bapak Nuriza, Kominfo mengatakan “Ada 55 Juta UMKM di Indonesia dan ada 8 Juta UMKM yang bisa Go Online, 1 Juta petani dan nelayan yang bisa Go Online. Dan ada 500 ribu petani sudah tidak bertani. Indonesia The Digital Energy Of Asia 2020 Go digital vision adalah salah satu Visi pemerintah yang terbaru dirancang oleh pemerintah. Yang di targetkan oleh pemerintah 1.000.000 petani untuk Go Online. UMKM Digital ditargetkan untuk mampu mengakses fasilitas internet lebih dari 187.000 akses Internet tersebut ke desa – desa dan dapat mecapai angka 8.000.000 UMKM petani di seluruh Indonesia. Jangan sampai Indonesia negeri yang dijuluki Zamrud Khatulistiwa dikalahkan oleh Negara Luar, yang hanya memiliki sedikit sektor pertanian. Ada 74.094 jumlah desa diantaranya adalah :
Bapak Syamsul, Selaku salah satu perwakilan dari Petani di kota Brebes beliau berkata “1 Hektar tanah seharusnya mampu menghasilkan BM lebih dari 6ton. Kami membutuhkan pembinaan khususnya untuk para petani yang amatir dan masih belum memiliki skill dalam mengelola lahan. Petani cenderung jika sudah panen ingin cepat dijual dengan mendaptkan uang cas dari si pembeli tersebut. Sebagai selaku team yang memiliki kemampuan pengembangan/applikasi harus bisa menjual produk jauh lebih cepat dan transparan. Sebagian besar dari petani untuk mengembangkan pertaniannya dengan modal sendiri dan tanpa ada pendanaan embel-embel apapun. 45% diperuntukkan untuk biaya pembelian bibit”.Sampainya.
Bapak Edi Syatria, Kemenko menuturkan “ada beberapa Visi dan tujuan PSAER (Percepatan Sinergi Aksi Ekonomi Rakyat) yaitu diantaranya :
- Akses Keuangan.
- Produksi
- Pemasaran
- Distribusi
- Dan Konsumen.
Bapak Budiharso, Dinas Pertanian menyampaikan “ 70 % penduduk Brebes bekerja di sektor pertanian dengan mayoritas buruh tani. Lumbung Pangan Jateng dan Nasional menjadi sangat unggul dan sebagai sentra BM (Bawang Merah) Nasional.
Permasalahan yang menjadi acauan utama di daerah Jateng dan Nasional :
- Tata Niaga pertanian
- Kepemelikan lahan rata-rata 0,2 HA
- Permodalan pengetahuan dan keterampilan
- Penguasaan teknologi pertanian kurang
- Kurangnya minta generasi muda pada pertanian, Dan keterbatasan informasi.
- Mendorong terbentuknya jaringan informasi antara sentra & pelaku.
- Membantu petani dalam penentuan harga jual.
- Pemasaran Hasil
- Peningkatan SDM petani dan kelembagaan.
Bapak Nuriza, Kominfo mengatakan “Ada 55 Juta UMKM di Indonesia dan ada 8 Juta UMKM yang bisa Go Online, 1 Juta petani dan nelayan yang bisa Go Online. Dan ada 500 ribu petani sudah tidak bertani. Indonesia The Digital Energy Of Asia 2020 Go digital vision adalah salah satu Visi pemerintah yang terbaru dirancang oleh pemerintah. Yang di targetkan oleh pemerintah 1.000.000 petani untuk Go Online. UMKM Digital ditargetkan untuk mampu mengakses fasilitas internet lebih dari 187.000 akses Internet tersebut ke desa – desa dan dapat mecapai angka 8.000.000 UMKM petani di seluruh Indonesia. Jangan sampai Indonesia negeri yang dijuluki Zamrud Khatulistiwa dikalahkan oleh Negara Luar, yang hanya memiliki sedikit sektor pertanian. Ada 74.094 jumlah desa diantaranya adalah :
- Desa Nelayan
- Desa Pedalaman
- Dan Desa Petani
Bapak Syamsul, Selaku salah satu perwakilan dari Petani di kota Brebes beliau berkata “1 Hektar tanah seharusnya mampu menghasilkan BM lebih dari 6ton. Kami membutuhkan pembinaan khususnya untuk para petani yang amatir dan masih belum memiliki skill dalam mengelola lahan. Petani cenderung jika sudah panen ingin cepat dijual dengan mendaptkan uang cas dari si pembeli tersebut. Sebagai selaku team yang memiliki kemampuan pengembangan/applikasi harus bisa menjual produk jauh lebih cepat dan transparan. Sebagian besar dari petani untuk mengembangkan pertaniannya dengan modal sendiri dan tanpa ada pendanaan embel-embel apapun. 45% diperuntukkan untuk biaya pembelian bibit”.Sampainya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar