Minggu, 09 Oktober 2016

RAPAT KOORDINASI DENGAN KEPALA DINAS PERTANIAN BREBES

Brebes Rabu, 4 Mei 2016 Sektor pertanian menjadi salah satu potensi yang menjadi andalan sejumlah kabupaten di Provinsi Jateng, termasuk Kabupaten Brebes. Berbagai langkah pun dilakukan guna bisa meningkatkan produksi panen. Siapa yang tak kenal website pertanian yang sudah lama melanglangbuana dikancah bisnis cyber pertanian www.sikumis.com kembali menjadi tamu undangan di Brebes dalam acara Rapat Koordinasi menindak lanjuti program, Sinergi Aksi Ekonomi Rakyat yang dimulai dari kota Brebes. Dengan Dinas Pertanian, Kominfo, dan pelaku-pelaku usaha yang memiliki applikasi serta website yang nantinya akan mendukung kinerja petani dalam mensupplay export dan import Hortikultura dsb.
Semacam rekomendasi saja Harga BEP + 30% itu harga yang didapat petani . “Seharusnya HPP sendiri itu ditentukan dari kementrian pertanian Indonesia, Pemerintah belum bersosialisasi mengenai ketetapan HPP petani sebelum menyambut bulan puasa yang dikhawatirkan nantinya akan ada kenaikan harga yang melonjak untuk sayur mayur dan kebutuhan pangan. Sumber datanya didapat dari seluruh sektor pemerintahan yang diharapkan mampu untuk mensukseskan tujuan menyejahterakan pendapatan petani”.tutur Bapak Sadikin selaku staff dinas pertanian.
“Karena jika jumlah bawang 40% makan akan terjadi dampak inflasi, mungkin memang bawang tidak terlalu tersoroti tetapi justru bawang merah sangat berpengaruh kepada dampak inflasi Negara. Tetapi dari segi kualitas bawang merah memang Brebes mengalahkan kualitas bawang merah lainnya”. Kata Pak Edward S. selaku pemilik applikasi sikumis.com
Tujuan dari Rapat Koordinasi dengan Dinas Pertanian tersebut ialah :
1. Stabilisasi.
2. Transplantasi Harga.
3. Sinergi Stakeholder.
Tanaman bibit unggul bima Brebes kualitas lebih unggul, Jumlah desa di Brebes mencapai 975. Di desa rata-rata pekerjaannya adalah petani, Orang-orang yang berani menanam bawang merah karena strata pertaniannya. Rumusnya BEP HMK harga minimal kabupaten kita harus mengetahui struktur harganya, Pemerintahpun juga ingin memberantas supplay bawang secara ilegal. Dengan support dari banyaknya team Cyber dapat mensupport petani-petani legal khususnya petani yang memang bertani secara jujur di Brebes.
“Karena pelaku petani sekarang mengaku harga selalu fluktuatif atau berubah-ubah setiap kalinya, Masalah harga yang sering kali fluktuatif sehingga berdampak pada inflasi sehingga kontribusi bawang merah dipasaranpun tidak kondisional. Lalu apa fungsi Dewa Bawang, Fungsi Dewa Bawang seperti Agent. Bawang Import ilegal umunya sangat susah untuk melakukan pemberantasannya toh justru malah petani-petani nakal mendapatkan untung besar . Tapi Justru berdampak dengan bawang-bawang import yang legal menjadi menurun pemasokkannya”.tutur Bapak Ir. Budiharso
“Apakah sudah ada Validasinya”. tutur Michael Jovan selaku staff applika website Tani Hub. Intinya adalah HPP petani yang belum bisa di jadikan patokan oleh pemerintahan, Dan solusinya ialah Stabilisasi dan Sinergi Stakeholder nya. Yang nantinya kita akan mengundang BI, Bulog, BGR, Gapoktan, dll. Langkah Nyata itu yang dibutuhkan sebuah rancangan dimana supaya bisa menancapkan merah putih dengan satu niat dan tujuan untuk merah putih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar