Situs lokal dengan logo
khas pak tani berkumis itu kini berubah menjadi platform marketplace
pertanian, peternakan, perikanan, dan UKM Agri.
Techno.id – Sikumis.com
yang awalnya merupakan situs e-commerce produk industrial alat
pertanian, peternakan, dan perikanan (B2B) kini dilaporkan telah
berganti wajah baru. Situs lokal dengan logo khas pak tani berkumis itu
kini berubah menjadi platform marketplace pertanian, peternakan,
perikanan, dan UKM Agri yang melibatkan pedagang pasar tradisional untuk
bersama memasarkan komoditasnya secara online. Dengan bergantinya wajah Sikumis ini,
maka nantinya akan ada beberapa kategori serta beberapa fitur baru yang
dimunculkan. Dalam siaran pers yang diterima Techno.id
(1/4/16), pihak Sikumis mengungkapkan jika ada sekitar 7 komoditas
dengan ratusan kategori dan sub kategori serta beberapa fitur baru yang
nantinya akan ditemui di konsep baru situs Sikumis, antara lain Kios online bagi para petani, tempat atau toko untuk memajang komoditasnya.
Lalu ada Dibutuhkan!! yang
merupakan ruang pembeli jumlah besar di mana calon pembeli bisa mencari
kebutuhan komoditas dalam jumlah besar di sini dan Lelang Komoditas Online, yang merupakan tempat petani melelangkan komoditasnya. Selanjutnya ada Barometer Harga, yang merupakan tempat akumulasi harga komoditas di setiap daerah dan Aplikasi Mobile,
yang merupakan aplikasi penghubung antara para penjual langsung baik
petani, peternak, nelayan atau pedagang secara retail dengan konsumen
radius terdekat yang dapat konsumen hubungi melalui aplikasi ini. Dengan bergantinya konsep bisnis,
Sikumis berharap bisa memberikan dampak yang besar untuk meningkatkan
kesejahteraan petani dan nelayan Indonesia. Selain itu, platform lokal
ini juga berharap melalui strateginya ini maka banyak anak muda di
Indonesia mau terjun ke dunia pertanian, peternakan, perikanan, bahkan
penguasa dunia agri.
Tak lupa, melalui perubahan strategi
bisnis maka program swasembada di seluruh komoditas Indonesia bisa
terwujud. Lalu, lebih banyak petani dan nelayan Indonesia siap
menghadapi bahkan memenangkan persaingan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN
(MEA).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar